Kamis, 02 Mei 2013

Makkah: Jam Terbesar di Dunia

Menara Abraj Al-Bait Makkah
Tempat Jam Terbesar di Dunia

Abraj Al-Bait Towers, Makkah
Kota Bukit Tinggi di Sumatera Barat memiliki jam besar yang dinamakan "Jam Gadang" dan  demikian pula dengan  London  dengan jam “ Big Ben” besarnya, sebagai icon ibu kota England tersebut dan juga menjadi rujukan jam dunia, "Greenwich Mean Time" (GMT).

Tak mau ketinggalan Kota Makkah Al-Mukarromah, Arab Saudi yang merupakan pusat dunia Islam, kini juga telah memiliki sebuah Jam Besar, bahkan lebih terbesar  dari “Big Ben” London, bahkan inilah Jam Terbesar di dunia saat ini yang menjadi icon baru Kota Suci Makkah Al-Mukarromah. Sebuah jam raksasa kini diletakkan di atas sebuah bangunan pencakar langit di Makkah “Abraj Al-Bait Tower” dan  diharapkan akan menjadi pengganti GMT khususnya bagi satu setengah billion umat Islam di seluruh dunia.


Keinginan untuk menjadikan Makkah sebagai pusat rujukan jam dunia,  telah dibahas pada tahun 2008 di Doha. Ketika itu para tokoh dan cendekiawan Islam membahas serta membuat satu kesimpulan, bahwa Makkah merupakan titik pusat magnet bumi. Oleh karena kota Makkah itu sejajar dengan magnet bumi utara, dengan posisi seperti itu sesungguhnya kota Makkah merupakan garis waktu global dunia yang sebenarnya, bukan GMT.

Maka dengan demikian , para tokoh dunia Islam berharap jam raksasa di Makkah ini nantinya tidak hanya menjadi rujukan umat Muslim seluruh dunia saja, tetapi lebih dari pada itu, yakni  menjadi rujukan dunia secara umum, unutk menggantikan GMT yang sudah digunakan selama 126 tahun. Paling tidak, ada alternatif pilihan lain selain GMT yang selama ini memonopoli rujukan waktu dunia, termasuk di negara-negara Islam.


Cita-cita menjadikan jam besar Makkah sebagai rujukan dunia kini secara nyata telah terwujud dengan hampir siapnya pembangunan kompleks menara jam di “Menara Abraj Al-Bait”, Makkah. Sebuah menara setinggi 590 meter telah berdiri tegak dengan jam besar berukuran diameter 45 meter, lebih besar dari "Big Ben" yang tingginya 94,8 meter dengan diameter jam 6,9 meter.

Jam raksasa berbentuk bulat dengan dasar warna hijau, serta angka romawi sebagai penanda waktu kelihatan begitu indah dari kejauhan. Hiasan kaligrafi bertuliskan “ALLAH”, yang tepat berada di tengah-tengah diameter jam menjadi ciri khas jam tersebut sebagai jam umat Islam.


Bagi para  jemaah haji yang saat ini sudah berkumpul di Makkah, tentunya telah melihat jam besar ini, karena  telah beroperasi sejak 12 Agustus 2010, bukan hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai penanda lokasi Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarromah, karana menara jam tersebut berada hanya beberapa meter dari perkarangan masjid.

Jemaah haji 1431 Hijriyah yang ketika ini sedang menjadi tamu Allah, adalah yang pertama menikmati manfaat jam yang diterangi dua juta lampu neon tersebut.


Kompleks "Menara Abraj Al-Bait” dengan tujuh menara, saat ini hampir selesai pembangunannya. Menara jam besar setinggi 590 meter berada di tengah dan diapit oleh tiga menara di sebelah kanan dan kiri.

Bentuk menara jam tampil dominan, sebab menara pengapit tingginya hanya setengah dari tinggi menara jam tersebut. Bangunan-bangunan pencakar langit lainnya yang berada di sekitar Masjidil Haram, juga hanya setinggi enam menara pengapit, termasuk bangunan tempat tinggal raja
Dengan posisi seperti itu, menara Jam Besar Makkah menjadi bangunan tertinggi di Arab Saudi, dan nomor dua tertinggi di dunia. Ketinggiannya hanya kalah dari menara “Burj Khalifa” di Dubai dengan ketinggian mencapai 828 meter.


Bila malam menjelang tiba, jam raksasa seharga harga tiga juta dolar AS itu, disinari oleh 21.000 lampu bewarna putih dan hijau. Lampu akan berkelap kelip sebagai petanda waktu sholat telah datang dan istimewanya lagi, lampu dan sinarnya itu mampu dilihat dari jarak sejauh 29 kilometer yang merupakan titik Check-Point pemeriksaan kendaraan dan penumpangnya saat memasuki kota suci Makkah Al-Mukarromah dari Jeddah Al-Munnawarroh.

Bukan itu saja, ketika hari-hari besar perayaan Islam, sebanyak 16 lampu sorot raksasa akan dinyalakan ke arah langit dari kompleks menara tersebut dan nantinya  menara ini  akan berfungsi sebagai hotel, mall, serta apartment mewah.
Dari puncak menara Jam Besar ini, pemandangan kota Makkah dapat dilihat, begitu juga dengan Masjidil Haram yang berada di serambi depan halaman menara jam raksasa tersebut.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar